Ingatlah
ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(Al-Baqarah[2]: 30)
Al-Quran, sebagai firman
Allah SWT, yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak
rahasia tentang penciptaan manusia. Setelah mengkaji lebih dalam mengenai
ayat-ayat tentang penciptaan manusia ada yang menyatakan bahwa manusia
diciptakan dari tanah, ada pula ayat-ayat yang menjelaskan bahwa manusia
diciptakan dari tanah liat, tembikar, lumpur, sari pati tanah, sari pati air
yang hina, air yang tertumpah, dan mani yang dipancarkan. Pesan-pesan itu
diulang-ulang di banyak kesempatan. Bahwa manusia diciptakan dari tanah
diulang-ulang di enam kesempatan,
dari tanah
liat di tujuh kesempatan, dari
tembikar
di empat kesempatan, dan dari sari
pati air yang hina, air yang tertumpah, dan mani
yang dipancarkan masing-masing disebutkan satu kali.
Ø Penciptaan Adam
Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Qur’an tentang periode
penciptaan Adam seraya berfirman
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ
آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Artinya: “Sesungguhnya
misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah
menciptakan Adam dari tanah,” (QS. Ali
Imraan: 59)
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan bahwa ia telah
menciptakan adam dari tanah kering, kemudian tanah ini dibasahi sehingga
menjadi tanah liat yang melengket pada tangan. Sebagaimana firman Allah SWT
مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ وَ لَقَدْ
خَلَقْنَا الإنْسَانَ
Artinya: “Dan
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari
tanah,” (QS. Al-Mu’minun: 12).
فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ
مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لازِبٍ
Artinya: “...Sesungguhnya
kami telah menciptakan mereka dari tanah liat,” (QS. Ash-Shaaffat: 11).
Setelah itu menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk oleh
Allah SWt dengan sebaik-sebaiknya. Allah SWT berfirman
حَمَإٍ مَسْنُونٍ وَلَقَدْ خَلَقْنَا
الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ
Artinya: “Dan
sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang
berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr: 26)
الَّذِيأَحْسَنَكُلَّشَيْءٍخَلَقَهُوَبَدَأَخَلْقَالْإِنْسَانِمِنْطِينٍ
Artinya: “Yang membuat
segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan
manusia dari tanah.” (QS As Sajadah: 7)
Setelah kering, maka ia membuat tanah kering seperti
tembikar.
خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ
كَالْفَخَّارِ
Artinya: “Dia
menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.” (QS. Ar-Rahman: 14)
Allah SWT membentuknya sesuai bentuk yang dikehendaki, setelah
sempurna maka Allah SWT meniupkan ruh padanya dan dia menjadi hidup.
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Lalu
apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya
ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS.Al-Hijr : 28-29)
Inilah periode-periode penciptaan Adam menurut Al-Qur’an.
Ø Penciptaan Hawa
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT
di dunia ini selalu berpasang-pasangan, Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawan
jenisnya, untuk itu kemudian diciptakan Hawa sebagai pendamping
sekaligus teman hidup(istri) untuk Adam
Adapun proses penciptaan manusia kedua ini, oleh Allah SWT
dijelaskan dalam firmannya
Artinya: “Hai sekalian
manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang
diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya
Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS.
An-Nisaa’:1)
Di dalam salah
satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan : "Maka
sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR.
Bukhari-Muslim)
Ayat dan hadits diatas mengandung
makna bahwa untuk manusia Allah menjadikan pasangannya dari jenis yang sama
sehingga dapat terjadi rasa ketertarikan antara yang satu dengan yang lainnya
untuk berkembang biak.
Apabila kita
amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tidak langsung
hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk
menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam
bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan
meneruskan generasinya.
Ø Penciptaan Manusia Selanjutnya
Penciptaan manusia ketiga adalah proses penciptaan semua
keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa as. Adapun periode-periode yang
dilalui oleh penciptaan anak-cucu Adam, maka Allah SWT berfirman,
وَلَقَدْ
خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
Artinya:
"Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."(Q.S. Al- mu'minun : 12)
ثُمَّ
جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
Artinya:
"Kemudian Kami jadikan saripati itu
air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."(Q.S. Al- mu'minun : 13)
Artinya: "Kemudian
air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling
Baik."(Q.S. Al- mu'minun: 14)
Di
dalam proses ini, manusia diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air
mani (nuthfah) yang tersimpan dalam tempat yang kokoh (rahim) dari
air mani tersebut, Allah kemudian menjadikannya segumpal darah yang disebut
‘alaqah. Proses perubahan dari nuthfah menjadi alaqah adalah 40 hari
عَلَقٍ مِنْ الْإِنسَانَ خَلَقَ
Artinya: “Dia telah menciptakan manusia dengan
segumpal darah”.
(Q.S.
Al‘Alaq [96]: 2).
Ketika sperma bergabung dengan sel telur, terbentuklah sebuah
sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot”, zigot ini akan segera berkembang biak
dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi segumpal daging(mudghah)
yang prosesnya juga terjadi selama 40 hari. Kemudian ada yang menjadi segumpal
daging yang sempurna, tidak ada cacat dan kekurangan pada permulaan
kejadiannya, dan ada pula yang menjadi segumpal daging yang tidak sempurna,
terdapat cacat dan kekurangan. Berdasarkan kejadian sempurna dan tidak sempurna
inilah menimbulkan perbedaan bentuk pada manusia, perbedaan tinggi dan
pendeknya manusia dan sebagainya. Setelah itu segumpal daging ini dibalut
dengan tulang belulang dan dibungkus lagi dengan daging Kemudian setelah lewat
empat puluh hari sesudah ini, Allah SWT meniupkan ruh, menetapkan rezeki, amal,
bahagia dan sengsara, menetapkan ajal dan sebagainya.
“……Sesungguhnya
Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian
dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya
dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam
rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian
Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu
sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan
(adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia
tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya….”(QS Al-Hajj:5)





0 komentar:
Posting Komentar