Jumat, 13 Mei 2016

PERJALANAN YANG MENGAGUMKAN PADA PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN HUBUNGANNYA DENGAN AL-QUR'AN


Penciptaan manusia merupakan proses yang sangat panjang dan lama. Bukan hanya panjang dan lama, proses ini juga sangat mengagumkan. Proses ini dimulai dengan matangnya sebuah sel telur.


Kemudian, sel telur inipun memasuki Tuba Fallopi, saluran yang menuju rahim. Pada saat sel telur ini berada di Tuba Fallopi, ia bergerak secara perlahan menuju rahim. Padahal, sel telur ini tidak memiliki semacam alat gerak untuk menolongnya bergerak menuju rahim.

Setelah melalui penelitian panjang, para peneliti menemukan bahwa terdapat semacam silia (rambut getar) yang bergerak seirama, sehingga sel telur tersebut bisa mencapai rahim. Bayangkan jika silia-silia itu tidak bergerak seirama. Hal ini tentu akan mengakibatkan tidak dapat lahirnya manusia di dunia ini.

Sebelum mencapai rahim, sel telur ini mengalami pembuahan dengan sel sperma. Sel sperma adalah suatu sel yang terdiri dari bagian kepala dan ekor. Bagian kepala berfungsi sebagai pelindung materi genetik agar tidak rusak, sedangkan bagian ekor berfungsi sebagai alat gerak untuk bergerak menuju sel telur. Sel sperma ini berasal dari tubuh pria, pada saat sel sperma ini berada di dalam tubuh wanita, jumlah sel sperma ini dapat mencapai jutaan sel. Jumlah ini sengaja dibuat banyak. Hal ini ditujukan untuk mencegah kegagalan pembuahan karena di dalam tubuh wanita, terdapat semacam asam yang dapat membunuh sel sperma. Selain itu, sel sperma juga dilengkapi dengan semacam kandungan basa untuk menetralkan asam tersebut.

Pada saat pembuahan terjadi, hanya satu sel sperma yang dapat masuk ke dalam sel telur untuk pembuahan. Pada saat sperma memasuki sel telur, ia pun menanggalkan ekornya yang telah membawanya sampai ke sel telur. Pada saat pembuahan, jenis kelamin manusia ditentukan oleh dua jenis kromosom yang terdapat di dalam materi genetik. Kedua kromosom ini disebut kromosom jenis kelamin. Kedua kromosom ini adalah KROMOSOM X dan KROMOSOM Y. Jika kromosom tersebut "tersusun" menjadi XY, maka jenis kelamin manusia yang akan lahir tersebut adalah laki-laki, akan tetapi, jika kromosom ini tersusun menjadi XX, maka jenis kelaminnya adalah perempuan.

Akan tetapi, jika sel telur ini tidak dibuahi, sel telur ini akan meluruh dan keluar dari tubuh bersama darah yang berasal dari peluruhan dinding rahim. Hal inilah yang disebut menstruansi.

Setelah sel telur dibuahi, sel telur ini kemudian berubah menjadi zigot yang membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel dan seterusnya. Kemudian zigot ini akan sampai di rahim dan akan berkembang disana hingga 9 bulan dan siap lahir ke dunia.

Proses yang sangat mengagumkan ini adalah suatu proses yang baru saja diamati dan diketahui di akhir abad ke 20. Akan tetapi, hal ini telah tertulis di dalam Al-Qur'an yang turun sekitar 14 abad silam. Surah-surah yang terdapat dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang penciptaan manusia adalah:
1. Q.S. Al-Mu'minun : 12-142. Q.S. Al-Baqarah : 303. Q.S. Az-Zariyat : 564. Q.S. An-Nahl : 78

Rabu, 11 Mei 2016

ASAL USUL KEHIDUPAN DAN MANUSIA

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabt MWB dalam postingan kali ini saya akan mengupas asal-usul kehidupan dan asal-usul manusia
dalam pandangan Al-Qur-an, Bibel dan Sains. Bibel menyebutkan secara tegas tentang penciptaan alam bahwa penciptaan alam itu terjadi selama enam hari dan diakhiri dengan hari istirahat, yaitu hari Sabtu, seperti hari-hari dalam satu minggu. Cara meriwayatkan seperti ini telah dilakukan oleh para pendeta pada abad keenam sebelum Masehi, dan dimaksudkan untuk menganjurkan mempraktikkan istirahat pada hari Sabtu. Setiap orang Yahudi harus istirahat pada hari Sabtu sebagaimana yang dilakukan oleh Tuhan setelah bekerja selama enam hari.

Dalam Al-Quran tentang penciptaan alam (langit dan bumi) disebutkan dalam waktu enam hari (masa) juga, dan lebih lengkapnya sebagai beriku yang Artinya: ''Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS. Al-A’raaf [7]: 54).

Dalam penciptaan langit dan bumi, Al-Quran menyebutkan bahwa dulunya langit dan bumi adalah menyatu yang kemudian dipisahkan oleh Allah subhanahu wata'ala Artinya: ''Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?''(QS. Al-Anbiyaa’ [21]: 30).

Sementara itu, sains modern telah menemukan sebuah teori awal terjadinya alam semesta yang dikenal dengan teori Big Bang atau ledakan dahsyat. Menurut model ledakan dahsyat, alam semesta mengembang dari keadaan awal yang sangat padat dan panas dan terus mengembang sampai sekarang. Secara umum, pengembangan ruang semesta yang mengandung galaksi-galaksi dianalogikan seperti roti kismis yang mengembang.

Berkaitan dengan penciptaan manusia, Al-Kitab menyebutkan dalam Kejadian 1:26,27 bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang membawa rupa dan gambar-Nya. Kalau Allah berpribadi, maka manusia juga berpribadi. Allah memberikan berbagai potensi dalam diri manusia, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir, merasakan, juga berbuat, agar mempermuliakan Dia.

Sementara dalam Kejadian 2:7 mengemukakan bahwa manusia yang diciptakan Allah itu terbentuk dari debu tanah dan padanya dihembuskan nafas kehidupan (dalam bahasa Ibrani disebut nefes hayyah). Jika demikian, manusia sebagai individu (pribadi) memiliki dimensi fisik (jasmani) yang terikat kepada alam. Di samping itu, manusia memiliki aspek non-fisik atau rohani (spiritual). Adanya nefes hayyah itu membuat manusia membutuhkan Allah di dalam seluruh kehidupannya.

Adapun penciptaan manusia dalam Al-Quran disebutkan di beberapa ayat. Antara lain dalam ayat berikut.Artinya:
''Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. "(QS. Al-Hijr [15]: 26).

Dalam hal reproduksi, Al-Quran juga menyebutkannya dalam ayat berikut.Artinya:
''Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur [1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.'' (QS. Al-Insaan [76]: 2).

Adapun penciptaan manusia (reproduksi) menurut sains sudah begitu jelas, baik dilihat dari ilmu Biologi maupun Ilmu Kedokteran.

Persamaan dan Perbedaan Ketiga Titik Pandang Bible, Al-Quran, dan Sains

Enam hari Bibel berarti enam hari dalam kehidupan nyata seperti sekarang ini. Kata "hari" dalam Bibel berarti masa antara dua terbitnya matahari berturut-turut atau dua terbenamnya matahan berturut-turut. Hari yang difahami secara ini ada hubungannya dengan peredaran Bumi sekitar dirinya sendiri. Sudah terang bahwa menurut logika orang tidak dapat memakai kata "hari" dalam arti tersebut di atas pada waktu mekanisme yang menyebabkan munculnya hari, yakni adanya Bumi serta beredarnya sekitar matahari, belum terciptakan pada tahap-tahap pertama daripada Penciptaan menurut riwayat Bibel.
Sementara dalam Al-Quran enam hari yang dimaksud bukan enam hari perhitungan manusia, tetapi enam hari (masa) perhitungan Allah subhanahu wata'ala. Hal ini Karena artinya dalam Al-Quran bisa diartikan sebagai periode. Allah berfirman: Artinya
''Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. "(QS. Al-Hajj [22]: 47).

Atau dalam ayat lainnya: Artinya:
''Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.'' (QS. As-Sajdah [32]: 5).

Dan satu ayat lainnya: Artinya:
''Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.' (QS. Al-Ma’aarij [70]: 4).

Enam masa daripada penciptaan langit-langit dan bumi, menurut Al-Quran, meliputi terbentuknya benda-benda samawi, terbentuknya bumi dan perkembangan bumi sehingga dapat dihuni manusia. Untuk hal yang terakhir ini, Al-Quran mengatakan, segala sesuatu terjadi dalam empat waktu. Apakah empat waktu itu merupakan zaman-zaman geologi dalam sains modern, karena menurut sains modern, manusia timbul pada zaman geologi ke empat? Ini hanya suatu hipotesa; tetapi tak ada jawaban terhadap soal ini. Untuk pembentukan benda-benda samawi dan bumi sebagai yang diterangkan dalam ayat 9 sampai dengan 12, surat 4, diperlukan dua tahap.

Sebagai contoh, sains menjelaskan bahwa pembentukan matahari dan embel-embelnya, yakni bumi, prosesnya melalui padatan (kondensasi) nebula (kelompok gas) dan perpecahannya (yang selanjutnya dikenal juga sebagai teori big bang). Ini adalah yang dikatakan oleh Al-Quran secara jelas dengan proses yang mula-mula berupa asap samawi, kemudian menjadi kumpulan gas, kemudian berpecah. Di sini kita dapatkan persatuan yang sempurna antara penjelasan Al-Quran dan penjelasan Sains. Sementara. Dalam Bibel sendiri tidak ditemukan hal itu.

Dalam hal asal-usul manusia, Bibel menjelaskan manusia diciptakan dari debu dan serupa dengan Penciptanya. Sedangkan menurut Al-Quran, manusia diciptakan dari saripati tanah dan tidak menyerupai Penciptanya (QS. Al-Ikhlas [112]: 4).

Referensi:
1. Al-Quran Digital versi 2.1.
2. Anonim. 2010.Teori Big Bang Tercantum dalam Al-Quran. http://www.artikelislami.com
3. Anonim.Ledakan Dahsyat. http://id.wikipedia.org.
4. B.S. Sidjabat.Manusia menurut Alkitab dan Aplikasinya bagi Prinsip Belajar. http://www.inkribs.org.
5. Bucaille, Maurice. 1979.Bibel, Quran, dan Sains Modern. http://media.isnet.org/Islam/Bucaille/BQS/index.html.
6. Bucaille, Maurice. 1994.Asal Usul Manusia menurut Bibel, Quran, dan Sains. http://www.reocities.com
Younker, Randall W.Penciptaan menurut Alkitab. http://dianweb.org
7. http://daryosusmanto.blogspot.in

Senin, 09 Mei 2016

Terciptanya Anjing dan Asal-usul Mengapa Anjing Jadi Najis

Anjing merupakan salah satu hewan ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang banyak dipelihara oleh manusia, terutama oleh non-muslim. Namun saat ini tak sedikit juga orang muslim yang mulai melirik untuk memelihara anjing demi berbagai keperluan.

Sejak kecil, mungkin banyak diantara kita sebagai Muslim yang sudah terdoktrin bahwa anjing itu haram dan hina. Sehingga saat tumbuh dewasa dan mulai banyak pengetahuan serta mampu berpikir rasional, kita mempertanyakan apakah benar anjing itu haram dan begitu hina? Bukankah anjing juga merupakan makhluk yang diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala?

Untuk menyimpulkan hal ini memang tidak mudah, karena banyak perbedaan pendapat terkait hukum anjing ini. Ada yang berpendapat bagaimanapun bentuknya, anjing itu haram. Ada pula yang menganggapnya sah-sah saja.

Anjing itu hewan yang setia kepada tuannya, anjing itu hewan yang pintar, dan ajing itu hewan yang bermanfaat. Di dalam Al-Qur’an, tidak disebutkan bahwa anjing adalah haram.

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ

رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al An’am: 145).

Minggu, 08 Mei 2016

Inilah Sejarah Penciptaan Babi, Kucing Dan Tikus Dibumi

Terlepas dari percaya atau tidak percaya bahwa artikel kali ini akan sedikit membahas tentang sejarah penciptaan babi, kucing dan tikus dibumi. Dan sebagai penambah pengetahuan kita tentang binatang-binatang yang ada disekitar kita. Karena segala yang ada dibumi ini pasti ada sebab dan berakhir dengan sebuah akibat. Dan segala penciptaan sesuatu pasti ada sebab-sebab yang terkandung didalamnya. Tinggallah kita sebagai manusia yang diberikan akal oleh sang pencipta untuk selalu memahaminya. 
Didalam sebuah kisah diceritakan bahwa ketika kapal Nabi Nuh masih berada diatas air bah yang sangat mematikan. Kapal masih berlayar diatas air tanpa tau kemana arah yang dituju. Karena tujuan semata hanya untuk menyelamatkan diri dari bencana air bah tersebut. Celakanya, segala kotoran yang dibuang oleh para binatang membuat keadaan dikapal menjadi tambah tidak nyaman. Sehingga banyak menimbulkan penyakit bagi awak kapal yang tinggal didalamnya. Nabi Nuh hanya tertegun dan diam dan menyerahkan urusan ini kepada Allah SWT. Seraya bermohon agar dibukakan jalan keluar dari permasalahan ini. 
Maka Malaikat Jibril menemui Nabi Nuh dan memerintahkannya untuk mengusap dahi seekor gajah. Setelah anjuran itu disampaikan maka Nabi Nuh AS mengusap dahi seekor gajah yang ada didepannya. Atas Kuasa Allah SWT maka keluarlah sepasang babi dari belalai gajah yang diusapkannya. Semua awal kapal yang menyaksikan tampak keheranan dengan peristiwa ajaib tersebut. Maka babilah yang akan menyapu bersih seluruh kotoran yang ada dikapal tersebut. Karena demikian itu adalah makanannya. Tampak Nabi Nuh lega dengan permasalahan yang dihadapinya. 
Rupanya iblis telah menyusup didalam kapal bahtera yang dihuni oleh Nabi Nuh dan para pengikutnya. Lantas iblis membuat onar didalam kapal. Dia mengusapkan bagian belakang tubuh babi tersebut, wal hasil muncullah dari hidung babi tersebut sepasang tikus. Tikus tersebut menggerogoti papan papan dan barang-barang yang ada didalam kapal. 
“Dari mana sebab datangnya semua ini, sehingga semua barang-barang yang ada dikapal habis dan rusak” ujar Nabi Nuh keheranan. Maka Jibril mendatangi beliau dan memberitahukannya, bahwa yang melakukan ini semua adalah akibat ulah iblis. Lantas Jibril menyampaikan kepada Nabi Nuh agar mengusap bagian belakang tubuh harimau. Maka Nabi Nuh mengusap bagian belakang tubuh harimau. Ketika Nabi Nuh mengusapnya maka keluarlah sepasang kucing yang kemudian segera memburu tikus yang ada didalam kapal. 
Begitulah Sejarah penciptaan babi, kucing dan tikus dibumi

Nb. Penulis belum bisa memastikan kebenaran riwayat ini. Seluruh Kebenaran datangnya dari Allah dan Segala kesalahan datangnya dari saya. sumber dari (http:semestahidayah.wordpress.com) Semoga Tidak Menjadi Sebuah pertanggung jawaban diakhirat nantinya.

Jumat, 06 Mei 2016

Fakta Ilmiah, Wanita Diciptakan Dari Tulang Rusuk?

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi
BaitulMaqdis.com – Kita sering mendengar cerita bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Sehingga sering ada ungkapan yang mengatakan wanita tercipta dari tulang rusuk, agar dekat dengan hati dan sering didampingi, diingatkan dan diperhatikan. Begitu juga, hampir semua kitab-kitab tafsir menyebutkan kisah penciptaan Hawa dan menjadi dasar ulama tafsir ketika menjelaskan maksud ayat pertama Qs. al-Nisa’. (Silakan lihat Tafsir at-Tabari, Tafsir al-Baidhawi, al-Kahzin dan lain-lain)
Allah berfirman :
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( Qs. An-Nisa : 1 )
Namun faktanya, tidak ada satupun ayat al-Quran dan Hadits Rasulullah s.a.w. yang dengan jelas dan tegas menyebutkan penciptaan Hawa. Al-Quran tidak menyebutkan Hawa dicipta dari Adam tetapi manusia itu dicipta dari jiwa yang satu. Apa yang disebutkan di dalam al-Quran ialah manusia itu diciptakan dari jenis yang sama dengannya juga. Yaitu sama-sama manusia. Yang terjadi perbedaan penafsiran oleh para ulama adalah dalam mengartikan kata ‘Min’ yang artinya ‘dari’. Insyallah akan dijelaskan diakhir tulisan ini.
Abu A`la al-Mawdudi menulis komentar bagi ayat pertama Qs. al-Nisa’ ini:
“Umumnya para pentafsir al-Quran menyebutkan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam dan Bible juga menyebutkan perkara yang sama. Kitab Talmud juga menambahkan bahwa Hawa diciptakan dari tulung rusuk Adam yang ketiga belas. Tetapi al-Quran tidak menyentuh langsung perkara ini dan hadits-hadits yang dipetik untuk menguatkan pandangan ini mempunyai makna yang berbeda dari yang biasa difahami. Oleh karena itu, sikap terbaik ialah membiarkan perkara yang tidak dijelaskan secara tegas dan memahami separti yang terdapat dalam al-Quran dan tanpa mengira-ngira maksudnya tanpa bukti yang jelas.” ( The Meaning of The Quran, jil. 2 hal. 94)
Masih menurut beliau : “Bahwa haditst-haditst Nabi tidak ada yang secara tegas mengatakan bahwa wanita diciptakan dari tulung rusuk”. Sikap kita tidak perlu merasa terbebani dengan perkara yang tidak Allah dan Rasul-Nya jelaskan secara detail. Separti contoh, saat Allah menyebutkan kisah tentang Kapal Nabi Nuh, kita tidak diperintahkan untuk mengukur berapa lebar, luas dan panjang kapal itu. Berapakah kapasitas muatannya. Dari bahan kayu apa kapal itu dibuat. Ini bukan tujuan diturunkannya Al-Qur’an. Artinya, bahwa Al-Qur’an bukanlah buku sejarah atau sains. Tapi lebih dari itu, Al-Qur’an adalah kitab panduan hidup manusia agar selamat di Dunia dan Akherat.
Bagaimana Memahami Hadits dan Ayat Tentang penciptaan Perempuan dari Tulang Rusuk.
Memahami konteks hadits atau ayat dengan keliru seperti :
1. Berpegang Dengan Riwayat Israiliyyat
Di dalam kitab Sifr al-Takwin disebutkan bahwa: “Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Nabi Adam ketika baginda sedang tidur. (Tafsir al-Manar, jil. 4, hal. 268.)
Disebabkan ada riwayat dalam kitab-kitab yang dahulu, para ahli tafsir terus menganggap itu sebagai penguat atau pentafsiran kepada al-Quran. Bagaimana mungkin ayat al-Quran ditafsirkan dengan riwayat Israiliyyat padahal penurunan kitab-kitab nabi terdahulu muncul sebelum Al-Qur’an diturunkan. Harusnya, kitab yang turun kemudianlah yang menjelaskan kitab-kitab yang terdahulu.
Hadits berkenaan perkara ini mempunyai beberapa versi. Antaranya ialah;
1. Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk
2. Perempuan separti tulang rusuk.
3. Perempuan adalah tulang rusuk.
2. Mengkhususkan Keumuman Hadits Tanpa dalil Yang Jelas
Antara kekhilafan dan kekeliruan ialah mengkhususkan lafaz hadits yang menyebut perempuan kepada Hawa. Hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah s.a.w. semuanya dengan jelas menyatakan perempuan dalam bentuk tunggal atau jamak dan tidak ada yang menyebutkan Hawa secara khusus. Lebih jelasnya, para ahli tafsir menyangka wanita dalam hadits tersebut adalah Hawa tanpa berdasarkan kepada nas yang lain yang menentukan makna yang dikehendaki oleh Rasulullah s.a.w. itu.
3. Kesalahan Memahami Kata ‘Min’ من Dalam Bahasa Arab.
Walaupun perkataan min itu memberi arti “dari”, dan “sebagian”, kata min juga mempunyai makna lain separti “untuk menyatakan sebab” dan “menyatakan jenis sesuatu perkara”. Oleh itu, pemakaian huruf ini dalam bahasa Arab adalah luas dan tidak semestinya terikat dengan satu makna saja. (lihat, Ibnu Hisyam, Mughni al-Labib, jil. 1, hal. 319)
Abu Muslim al-Asfahani mengatakan, maksud menciptakan darinya pasangannya ialah menciptakannya dari jenisnya. (lihat Hasyiah Zadah `Ala al-Baidhawi) Ini separti ayat-ayat al-Quran berikut:
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahwa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), istri-istri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu (suami istri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir. (Qs. Ar-Rum: 21)
فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi; Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri dan menjadikan dari jenis binatang-binatang ternak pasangan-pasangan (bagi bintang-binatang itu); dengan jalan yang demikian dikembangkanNya (zuriat keturunan) kamu semua. Tiada sesuatupun yang sebanding dengan (ZatNya, sifat-sifatNya dan pentadbiranNya) dan Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Melihat. (Qs. Asy-Syura: 11)
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ
“Dan Allah telah menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagi kamu dari pasangan-pasangan kamu anak-anak dan cucu dan memberikan rezki kepada kamu dari benda-benda yang baik. (Qs. al-Nahl: 72)
Ayat-ayat ini tidak boleh difahami sebagai istri-istri kita itu diciptakan dari diri atau jasad kita tetapi mestilah difahami sebagai “mereka itu dari jenis yang sama dengan kita”.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang rasul dari jenis kamu, yang amat berat baginya kesusahan kamu, sangat berharap akan keimanan kamu dan sangat kasih serta menyayangi kepada orang-orang yang beriman. (Qs. al-Taubah:128)
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Sesungguhnya Allah s.w.t. telah memberikan kurniaan yang besar kepada orang-orang yang beriman ketika Dia mengutuskan seorang rasul kepada mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan Kitab dan Hikmah. Sesungguhnya mereka sebelum itu berada di dalam kesesatan yang nyata.” (Qs. Ali Imran: 164.)
Kedua ayat ini dengan jelas menyebutkan Rasulullah s.a.w. yang diutus kepada kita adalah dari kalangan manusia yang sama separti kita bukan dari kalangan makhluk yang lain separti malaikat. Atau ada yang memaknai dari kalangan quraisy.
Dengan itu, hadits ini ditafsirkan sebagai sifat dan perasaan perempuan itu dari jenis yang mudah bengkok.
عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذي جاره واستوصوا بالنساء خيرا، فإنهن خلقن من ضلع، وإن أعوج شيء في الضلع أعلاه، فإن ذهبت تقيمه كسرته، وأن تركته لم يزل أعوج، فاستوصوا بالنساء خيرا
“… Saling berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada wanita. Pasalnya, mereka tercipta dari tulang rusuk. Yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah yang paling atas. Jika berusaha meluruskannya, engkau akan membuatnya patah. Dan jika dibiarkan, ia akan terus bengkok. Karena itu, saling berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada wanita.” (HR. Bukhori no: 4890)
عن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: المرأة كالضلع، إن أقمتها كسرتها.
Perempuan itu seperti tulang rusuk. Jika kamu ingin meluruskannya, sama halnya kamu akan mematahkannya. (HR. Bukhori: 4889).
Hadits ini telah dikemukakan oleh Imam Bukhori di dalam kitab An-Nikah bab berlembut dengan wanita. Tujuan Imam Bukhori mengemukakan hadits ini ialah untuk menyatakan sifat alami wanita bukannya proses penciptaan mereka. Apakah tubuh atau jasad wanita akan mudah patah apabila dikasari oleh orang lain? Tentu sekali tidak.
Dan dalam riwayat Imam Muslim dan isi yang sama :
عن أبي هريرة. قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن المرأة كالضلع. إذا ذهبت تقيمها كسرتها.
Sesungguhnya perempuan itu separti tulang rusuk. Jika kamu ingin memperbetulkannya kamu akan mematahkannya. (HR. Muslim no: 1468.)
Hadits ini lebih jelas lagi menyatakan sifat perempuan itu separti tulang rusuk bukan diciptakan dari tulang rusuk. Penggunakan huruf kaf “ك” ini adalah untuk menyerupakan antara perempuan dan tulang rusuk.
Kecenderungan Imam Bukhori ketika membuat Tarjamatul Bab di dalam Sahihnya, yaitu:
باب: المداراة مع النساء، وقول النبي صلى الله عليه وسلم: (إنما المرأة كالضلع(
Bab berlembut dengan wanita dan Sabda Nabi s.a.w.: Sebenarnya perempuan itu separti tulang rusuk.
Dengan membuat judul itu, sepertinya Imam Bukhori tidaklah berpendapat bahwa Hawa itu dijadikan dari tulang rusuk kiri Nabi Adam.
Begitu juga di dalam al-Adab al-Mufrad, Imam Bukhori mengemukakan riwayat:
إن المرأة ضلع , وإنك إن تريد أن تقيمها تكسرها
“Sesungguhnya perempuan itu tulang rusuk. Jika kamu mahu untuk meluruskannya maka kamu akan mematahkannya”. (al-Adab al-Mufrad, no: 747)
Apakah hadits ini menyatakan hakikat perempuan itu sebenarnya tulang rusuk? Tentu tidak. Hadits ini merupakan satu bentuk tasybih atau perumpamaan yang terkandung nilai balaghah atau retorik yang tinggi.
Dalil Yang Menguatkan Pendapat Ini
Berikut kalimat ‘min’ dalam hadits yang tidak dimaknai dengan ‘terbuat dari’ atau ‘sebagian dari’ :
عن أبي قلابة، عن أنس رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان في سفر، وكان غلام يحدو بهن يقال له أنجشة، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: (رويدك يا أنجشة سوقك بالقوارير). قال أبو قلابة: يعني النساء
Dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah s.a.w. berada dalam satu perjalanan. Ada seorang budak yang dikenal dengan Anjisyah (penuntun unta yang ditunggangi oleh wanita). Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: Wahai Anjisyah! Pelankanlah kerana yang kamu tarik itu ialah botol-botol kaca. Perawi, Abu Qilabah, berkata: Maksudnya ialah wanita-wanita. (HR. Bukhori no: 5857.)
Rasulullah s.a.w. menggambarkan wanita sebagai golongan yang berkarakter lembut dan cukup sensitif. Baginda menyebutkan wanita separti botol-botol kaca yang mudah pecah jika tidak dijaga dan diberi perhatian.
Kesimpulan
Hadits ini perlu difahami secara balaghah yaitu berdasarkan retorika bahasa Arab. Rasulullah s.a.w. menyampaikan pesanan ini dalam bentuk tasybih (perumpamaan) supaya maksud pesanan difahami lebih mendalam. Rasulullah s.a.w. membuat perumpamaan wanita separti tulang rusuk bukan bermaksud untuk merendahkan kedudukan mereka tetapi sebagai peringatan kepada kaum lelaki supaya memberi perhatian kepada mereka, melayani mereka dengan baik, mendidik dan menjaga hati mereka. Sama separti lelaki, wanita sama-sama berperan untuk menegakkan agama dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Dengan pemahaman yang benar tentang hadits-hadits ini maka tertolaklah anggapan bahwa wanita tercipta dari tulang rusuk!
Walaupun demikian, tidak baik pula, jika kita menyalahkan pendapat para ulama seperti Imam Nawawi, Tokoh Ahli Tafsir Imam Qotadah, dan lainnya yang berpendapat bahwa Hawa itu diciptakan dari tulang rusuk Adam. Wallahu A’lam. Allahuma Arinal Haqqo Haqqo Warzuqnat Tibaa’ah… dst. (Alquin/BaitulMaqdis.com)

Kamis, 05 Mei 2016

Inilah Mukjizat Penciptaan Unta

Unta
Unta
REPUBLIKA.CO.ID,  Lima puluh lima derajat celcius. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan.

Di gurun pasir terdapat badai pasir yang bisa menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya.

Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini. Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir.

Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana.

Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

''Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan.'' (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

                                                                     
                                                                          ***

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini.

Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar 40 kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata.

Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir.

Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

                                                                           ***

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju.

Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal.

Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

                                                                           ***

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

''Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan–Nya meliputi segala sesuatu.'' (QS. Thaahaa, 20:98).
Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya


Dikutip dari Harunyahya.com

Rabu, 04 Mei 2016

Penciptaan Alam Semesta menurut Al Qur`an.

Pada beberapa ayat, diantaranya di QS. Qaf ayat 38 yang berbunyi, “Dan sungguh, kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa letih sedikitpun.” dan Q.S. Al-Sajdah ayat 4 yang berbunyi, “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?” kedua ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang telah menurunkan Alquran kepada Muhammad saw itu adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Enam hari yang dimaksud memang ada kesamaan dengan keterangan yang ada pada kitab Kejadian pada Perjanjian Lama, tetapi makna yang tersirat pada kata enam hari di kedua Kitab tersebut bisa jadi sangat berbeda. Jika di kitab Kejadian menyiratkan enam hari manusia dengan kata, Malam lewat, dan jadilah pagi. Maka pada pada Al Qur`an kata, “sittati ayyaamin” yang berarti enam masa yang panjang. Selanjutnya para mufasir bersepakat dalam menafsirkan ayat ini, bahwa yang disebut dengan (sittati ayyaamin) adalah enam tahapan atau proses bukan enam hari sebagaimana mengartikan kata ayyaamin.
Ayat pertama diatas sekaligus juga membantah anggapan orang-orang Yahudi bahwa setelah selesai penciptaan pada hari ke enam, Allah beristirahat. Rasulullah pernah begitu sangat marahnya mendengar perkataan seorang Yahudi yang mengatakan hal tersebut sebelum turun ayat di QS. Qaf ayat 38 yang menjelaskan bahwa Allah tidak pernah merasa lelah atau letih. Bersemayam dalam bahasa Al Qur`an bukanlah bemakna “istirahat”. Tetapi lebih bermakna kembali ke Singgasana diatas Ars` untuk mengatur segala sesuatu urusan yang terjadi pada apa yang telah di ciptakanNya tersebut. Lantas bagaimana proses penciptaan alam semesta yang dilakukan oleh Allah tersebut?
Enam fase atau enam periode dalam penciptaan langit dan bumi yang dimaksdu dalam Al Qur`an bisa dijelaskan sebagai berikut,
Periode atau fase pertama,
َوَلَمْيَرَالَّذِينَكَفَرُواأَنَّالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَكَانَتَارَتْقًافَفَتَقْنَاهُمَاوَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُون
Artinya:“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)
Ini dimulai dengan sebuah ldakan besar (bigbang) sekitar 12-20 miliar tahun lalu. Inilah awal terciptanya materi, energy, dan waktu. “Ledakan” pada hakikatnya adalah pengembangan ruang.
Materi yang mula-mula terbentuk adalah hydrogen yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama. Hasi fusi nuklir antara inti-inti hydrogen, menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi atau disebut juga Nukleosintesis Big Bang.
Nukleosintesis Big Bang terjadi pada tiga menit pertama penciptaan alam semesta dan bertanggung jawab atas banyak perbandingan kelimpahan 1H (protium), 2H (deuterium), 3He (helium-3), dan 4He (helium-4), di alam semesta.
Meskipun 4He terus saja dihasilkan oleh mekanisme lainnya (seperti fusi bintang dan peluruhan alfa) dan jumlah jejak 1H terus saja dihasilkan oleh spalasi dan jenis-jenis khusus peluruhan radioaktif (pelepasan proton dan pelepasan neutron), sebagian besar massa isotop-isotop ini di alam semesta, dan semua kecuali jejak-jejak yang tidak signifikan dari 3He dan deuterium di alam semesta yang dihasilkan oleh proses langka seperti peluruhan kluster, dianggap dihasilkan di dalam proses Big Bang. Inti atom unsur-unsur ini, bersama-sama 7Li, dan 7Be diyakini terbentuk ketika alam semesta berumur 100 sampai 300 detik, setelah plasma kuark–gluon primordial membeku untuk membentuk proton dan neutron. Karena periode nukleosintesis Big Bang sangat singkat sebelum terhentikan oleh pengembangan dan pendinginan, tidak ada unsur yang lebih berat daripada litium yang dapat dibentuk.(Unsur-unsur terbentuk pada waktu ini adalah dalam keadaan plasma, dan tidak mendingin ke keadaan atom-atom netral hingga waktu lama).
Fase Kedua
هُوَالَّذِيخَلَقَلَكُمْمَافِيالْأَرْضِجَمِيعًاثُمَّاسْتَوَىإِلَىالسَّمَاءِفَسَوَّاهُنَّسَبْعَسَمَاوَاتٍوَهُوَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ
Artinya :“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”(Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)
Masa ini adalah pembentukan langit. Pengetahuan saat ini menunjukan bahwa langit biru hanyalah disebabkan hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel atmosfer. Di luar atmosfer langit biru tak ada lagi, yang ada hanyalah titik cahaya bintang , galaxy, dan benda-benda langit lainnya. Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas sana, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya. Adapun dalam fase ini, pembentukan bintang-bintang di dalam galaxy yang masih berlangsung hingga saat ini.
Fase Ketiga
Pada masa ini dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya, termasuk bumi. Selain itu pada masa ini juga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 miliar tahun lalu dan mulai di pancarkannya cahaya dan angin matahari. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah terbentuk terus berotasi menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi sebagaimana yang Allah SWT firmankan dengan indah :
وَأَغْطَشَلَيْلَهَاوَأَخْرَجَضُحَاهَا
Artinya :“dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.”Q.S An-Nazi’at [79] : 29
Fase Keempat
Bumi yang terbentuk dari debu-debu antar bintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsur-unsur radioaktif di bawah kulit bumi.
Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawah kulit bumi menjadi lebur, antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumi yang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman :
وَالْأَرْضَبَعْدَذَلِكَدَحَاهَا
Artinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)
Fase Kelima
Hadirnya air dan atmosfer di bumi menjadi prasyarat terciptanya kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT :
…وَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُونَ
Artinya :“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “ (Q.S. al-anbiya [21] : 30
Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan (CH4) dan ammonia (NH3) serta sama sekali tidak mengandung oksigen bebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic. Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya tertumpuk di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 miliar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemukan. Sebagaimana dikembalikan pada surat Al Anbiya [21] ayat 30 yang telah menyebutkan bahwasannya semua makhluk hidup berasal dari air.
Fase Keenam
Masa keenam dalam proses penciptaan ala mini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan.Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 miliar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempengan tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.
Setelah mengkaji cara Al-Quran menjelaskan tentang penciptaan alam semesta. Penulis menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan antara satu sama lainnya. Seperti yang penulis kutip dari seorang ilmuan besar Albert Einsten: ”religion without science is blind and science without religion is damage.” (Albert Einstein, 1960)
Ilmu yang tidak disertai dengan agama akan hancur dan tumbang karena tidak adanya kekuatan iman. Sedangkan agama tanpa ilmu akan menjadi rusak karena akan dapat salah mengartikannya. Sebagaimana orang-orang materalis yang selalu menentang akan adanya penciptaan alam semesta. Ini merupakan contoh yang sangat signifikan jika ilmu pengetahuan tidak disertai dengan ajaran-ajaran agama.
Surabaya, 1 Oktober 2015
Agushar.
Dari berbagai sumber.

Selasa, 03 Mei 2016

ALIEN, Semesta Alam dan Ayat-Ayat Al Qur’an ?

Data sementara mengenai luasnya alam semesta, adalah sebagai berikut :
– BUMI merupakan planet ke-3 dari susunan planet yang mengelilingi BINTANG yang bernama MATAHARI
– Matahari adalah 1 dari sekitar 200 milyar bintang yang bergerak berputar bersama mengelilingi inti galaksi Milkyway/ Bima sakti. Jumlah galaksi-besar (large galaxi) ada 350 Milyar, dan galaksi kecil (dwarf galaxies) ada 7 trilliun buah
– Galaksi Bimasakti bagian dari kumpulan galaksi lain membentuk gugusan galaksi, diprediksi ada 25 Milyar gugusan
– Gugusan galaksi berkumpul membentuk super cluster, diprediksi ada 10 Juta super cluster
Bintang-bintang (serupa matahari, yang memiliki sumber cahaya sendiri, dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari matahari ), diprediksi sekitar 30 milyar trilliun (3×10²²) buah.
Keluasan alam semesta diprediksi berdiameter 14.5 Milyar tahun cahaya, dimana 1 tahun cahaya (ly : light year) = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer).
Adakah makhluk diluar sana?
Syaikh Muhammad al-Ghazali di dalam bukunya, berpendapat bahwa bumi yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu di alam semesta yang amat besar.
Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dengan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya.
Kitab suci al-Qur’an memang tidak bercerita secara jelas (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita, mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia, berikut planet dimana mereka tinggal.
Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnyaal-Qur’an juga menolak keabsahan teori-teori keberadaan mereka (penghuni langit), sebab sebaliknya justru al-Qur’an menggambarkan kekuasaanNYA di semua alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.
Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.  (QS. Asy-Syura (42) ayat 29).
Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa’; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.. (QS. An-Nur (24) ayat 45)
Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur’an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya.
Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur (24) ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia, dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya.
Sehingga merujuk istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja, serta mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud Kitab Suci itu sendiri.
….

Keberadaan planet-planet yang berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur’an :
Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan pengetahuan-Nya. (QS. Ath-Thalaq (65) ayat 12)
Jika kata langit dan bumi disebut dengan bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada di jagad raya.
Apa yang ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman (55) ayat 29)
Cerdas dan berakalkah makhluk luar angkasa (Alien) itu ?
Pertanyaan ini spekulasi, karena kita tidak atau belum pernah bertemu dengan satupun mahluk berakal angkasa luar. Jadi, karena tidak pernah bertemu, maka kemungkinan jawabannya bisa tidak bisa ada.
Lalu bagaimana peran manusia di alam semesta ini?. Apakah Al Qur’an menjelaskan atau setidaknya menerangkan keberadaan mahluk berakal, selain yang ada di bumi yang kita tinggali ini?.
Berdasarkan Teori Kemungkinan. Ada sejumlah bintang yang sangat-sangat banyak di luar galaksi kita. Yang bisa dideteksi saja mencapai 30 milyar trilliun (3×10²²). Jadi, kemungkinan 0,000.000.001% (sepermilyar persen) saja asumsi ini dibangun, masih akan ditemukan sekian-sekian kemungkinan adanya mahluk berakal selain kita. (Statistik cenderung akan mengatakan kemungkinan itu ada. Jadi, bisa diambil kesimpulan kemungkinan itu ada.)
Berdasarkan logika saja.
Alam ini begitu luasnya, sangat jauh lebih luas dari perkiraan-perkiraan manusia.
Awalnya manusia berpikir bahwa, bumi itu datar. Peradaban berkembang, manusia menduga bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Kemudian, kini manusia paham bahwa manusia tinggal di bumi yang ada di satu galaksi saja di antara jutaan galaksi di alam semesta.
Kemudian manusia mengerti bahwa kita ternyata tinggal hanya di salah satu sisi galaksi di tepi alam semesta yang terus meluas dengan kecepatan tinggi di mana jarak satu titik dengan titik galaksi lainnya saling menjauh seperti titik-titik permukaan balon yang ditiup mengembang.
Kalaupun ada mahluk berakal di tempat lain di sisi alam semesta lainnya, jaraknya semakin jauh. Untuk bisa menembusnya, diperlukan pengetahuan dan teknologi yang harus sangat maju.
Ilmuwan berpikir bahwa ada cara untuk menembusnya, baik melalui stargate, teleportasi, lubang cacing (worm hole), dan lain sebagainya. Paling tidak film-film fiksi sains memvisualisasikan kemungkinan ini.
Kecerdasan Makhluk di luar bumi
Setidaknya ada 2 pandangan :
(Pandangan I)
Fahmi Basya (Dosen UIN Jakarta) yang terkenal dengan pelatihan spiritual dan matematika Al Qur’annya menjelaskan (dan tampaknya beliau percaya) bahwa mahluk di luar bumi itu ada. Soal cerdas atau tidak, tampaknya beliau percaya juga, bahwa mahluk luar bumi itu memiliki kecerdasan. Ayat yang mendukungnya adalah QS. At Thaalaq (65) ayat 12, yang berbunyi :
* Allah Yang menciptakan tujuh langit dan sebagian bumi seperti mereka, Dia turunkan perintah antara keduanya, agar kamu ketahui bahwa Allah atas tiap sesuatu Berkuasa, dan sesungguhnya Allah sungguh meliputi karakter tiap sesuatu dengan Ilmu (Versi Fahmi Basya)
* Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Versi Depag)
* Allah is He Who created seven heavens, and of the earth the like of them; the decree continues to descend among them, that you may know that Allah has power over all things and that Allah indeed encompasses all things in (His) knowledge. (http://etext.virginia.edu/)
* GOD created seven universes and the same number of earths. The commands flow among them. This is to let you know that GOD is Omnipotent, and that GOD is fully aware of all things. (http://www.submission.org/suras/sura65.html)
(Pandangan II)
Sebaliknya yang meyakini makhluk itu ada tetapi tidak berakal atau lebih rendah tingkatan dari manusia adalah berdasarkan ayat berikut:
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, sebagai rahmat dari padaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 13)
Dengan ayat ini cukup jelas bahwa manusia adalah makhluk yang berkuasa atas segala sesuatu di langit dan di bumi secara merata. Ini dapat diartikan bahwa, kita adalah satu-satunya makhluk yang berakal di bumi maupun di langit.
WaLlahu a’lamu bishshawab

Senin, 02 Mei 2016

PANDANGAN AL-QUR'AN TENTANG PENCIPTAAN ALAM SEMESTA DAN MANUSIA


Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(Al-Baqarah[2]: 30)
Al-Quran, sebagai firman Allah SWT, yang diajarkan Nabi Muhammad SAW telah mengungkap dan menyibak rahasia tentang penciptaan manusia. Setelah mengkaji lebih dalam mengenai ayat-ayat tentang penciptaan manusia ada yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah, ada pula ayat-ayat yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat, tembikar, lumpur, sari pati tanah, sari pati air yang hina, air yang tertumpah, dan mani yang dipancarkan. Pesan-pesan itu diulang-ulang di banyak kesempatan. Bahwa manusia diciptakan dari tanah diulang-ulang di enam kesempatan, dari tanah liat di tujuh kesempatan, dari tembikar di empat kesempatan, dan dari sari pati air yang hina, air yang tertumpah, dan mani yang dipancarkan masing-masing disebutkan satu kali.

Minggu, 01 Mei 2016

PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DALAM ENAM MASA:

Al-Quran dan Teleskop SKA:
Penulis telah mengamati dengan seksama apa yang telah dikemukakan oleh para pakar astronomi tentang fakta cosmos raya (universe), dan telah merenungkan pula apa yang telah diungkapkan al-Quran – semenjak 15 abad lalu – tentang fenomena yang sama, maka penulis mendapatkan adanya kecocokan persepsi di antara keduanya, tanpa berusaha menselarasikan pengertian konteks al-Quran pada apa yang tidak sesuai makna dan penafsiran.